Kisah Haru Dari Negeri Tirai Bambu

ditinggal-ibu-anak-laki-laki-rawat-ayah-lumpuh-seorang-diri

Sering kali ketika kita sedang menghadapi sebuah masalah, kita akan mengeluh dengan keadaan tersebut. Sebut saja ketika sedang sibuk, anda hanya disuruh mengambil katalog belanja tetapi anda langsung mengeluh.

Nah untuk anda yang sering bertingkah seperti itu, sebaiknya anda harus membaca kisah dari seorang anak yang berasal dari China bernama Zhang Da. Anak ini hanya tinggal berdua dengan sang ayah yang lumpuh karena sejak kecil ia harus ditinggal oleh sang ibu karena merasa tidak tahan dengan kemiskinan yang diderita oleh keluarganya dan juga merasa lelah karena harus merawat sang suami yang sakit-sakitan dan lumpuh.

Ditinggalkan oleh sang ibu membuat Zhang Da kini harus menjadi tulang punggung keluarga dengan mencari nafkah untuk kehidupan dirinya dan sang ayah. Selama ini, Zhang Da selalu setia berada di samping sang ayah. Ia selalu memandikan, memasak, mencuci pakian, membersihkan kotoran dan semua pekerjaan lainnya. Setiap hari ia lakukan itu semua tanpa pernah mengeluh sekalipun.

Walau dia harus bekerja untuk mencari nafkah, ia tetap tidak melupakan tugas dia sebagai seorang anak yang harus bersekolah. Tiap kali dia harus berjalan cukup pjauh melewati sebuah hutan kecil. Dia sering kali tidak makan ketika berangkat ke sekolah, dan terkadang dia hanya memakan tumbuhan apa saja yang ia temui ketika berjalan, mulai dari daun-daunan hingga jamur. Walaupun begitu, hingga sejauh ini dia sangat beruntung karena belum pernah sekalipun menemukan tumbuhan beracun.

Sepulang dari sekolah, dia tidak seperti anak – anak lainnya yang bermain tetapi ia harus bekerja sebagai tukang batu. Mulai dari pemecah batu dan juga memanggul keranjang. Semua hasil dari kerja kerasnya semua ia belikan untuk membelikan makanan dan obat untuk ayahnya.

Selain mandiri dan juga cerdas, Zhang Da juga termasuk anak yang cerdas. Ia mengetahui bahwa sang ayah membutuhkan suntikan obat rutin, tetapi tidak memiliki biaya yang cukup untuk jasa medis. Walau begitu Zhang Da tidak kehabisan akal, oleh karena itu ia membeli buku cara menyuntik agar ia bisa menyuntik sang ayah. Bayangkan saja anak yang baru berusia 10 tahun saat tahun 2001 itu sudah bisa melakukan itu semua.

Berkat kegigihan yang telah ia lakukan, pada tahun 2006 pemerintah Nanjing, Provinsi Zhejiang memberikan sebuah penghargaan untuk tokoh-tokoh nasional dan tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama nominasi, Zhang Da memperoleh penghargaan paling muda.

Acara tersebut disiarkan melalui televisi nasional dan saat itu Zhang Da diminta untuk naik ke atas panggung. Pada saat sudah diatas panggung, sang pembawa acara menanyakan kepada Zhang Da mengapa ia mau berjuang seperti itu padahal ia masih seorang anak – anak.

Zhang Da hanya menjawab, “Hidup harus terus berjalan, tidak boleh menyerah dengan melakukan kejahatan, terus melanjutkan hidup dengan penuh tanggung jawab karena hidup kita sudah dirancang oleh Sang Pencipta.”

Dengan seketika tepuk tangan dari para penonton pun terdengar sangat ramai karena mendengar kata-kata yang begitu hebat dari seorang anak yang masih berusia 15 tahun.

Sang presenter pun kembali bertanya kepada Zhang Da, “Zhang Da, katakan apa yang kamu inginkan! Kamu ingin sekolah dimana? Apa yang kamu inginkan dan berapa uang yang kamu butuhkan hingga lulus kuliah? Katakan saja apa yang kamu inginkan! Di sini ada banyak pejabat, pengusaha dan orang terkenal. Saat ini, ada ratusan juta orang yang menonton dalam layar televisi”

Zhang Da hanya diam, dan sang pembawa mencoba membantu Zhang Da untuk tidak ragu sambil berkata, “Katakan saja!”

Dengan merasa ragu, bibir bergetar Zhang Da berkata, “Saya mau ibu saya kembali. Ibu, kembalilah ke rumah, karena saya sudah bisa mandiri, saya juga bisa merawat ayah. Aku mohon, kembalilah ibu..”

Mendengar ucapan seperti itu, air mata para penonton pun tak dapat terbendung. Zhang Da tidak meminta rumah yang lebih baik, perawatan kesehatan untuk sang ayah, bahkan tidak meminta biaya sedikit pun dan juga tidak meminta jaminan sekolah hingga kuliah. Zhang Da memang merupakan seorang anak yang sangat mandiri tetapi walau begitu ia tetap saja merindukan kasih sayang seorang ibu. Bahkan pada kenyataan sang ibu telah pergi.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply